Lawan Penumpukan Sampah, Mahasiswa PPG UNIPMA Bawa Inovasi Zero Waste ke Desa Bantengan 

Universitas PGRI Madiun – Mengusung semangat pemanfaatan limbah dan keberlanjutan lingkungan, kelompok 1 Proyek Kepemimpinan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Bidang Studi SD-A Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menggelar aksi pemberdayaan masyarakat di Desa Bantengan, Kabupaten Madiun. Melalui pelatihan bertajuk “Bantengan Berdaya: Eco-Candle dan POCAT dari Limbah”, mereka mengajak warga mengolah limbah rumah tangga dan industri lokal menjadi produk berdaya guna serta bernilai ekonomis.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bantengan pada Sabtu (3/10), kemarin ini berfokus pada dua produk inovatif: lilin aromaterapi (eco-candle) berbahan minyak goreng bekas (jelantah) dan Pupuk Organik Cair Cangkang Telur (POCAT).

Ketua Kelompok sekaligus penggagas kegiatan, Alfando Gayus Kuncoro, S.Pd., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah rumah tangga.

“POCAT merupakan pupuk organik cair berbasis cangkang telur. Kami melihat potensi limbah dari UMKM Roti Si Didu cukup besar, sekitar 10 kilogram per hari, tetapi belum ada pengolahannya secara khusus. Dari situ kami bergerak agar limbah tidak terbuang sia-sia,” papar Alfando Gayus Kuncoro, S.Pd.

Selain pupuk cair, mahasiswa mengedukasi warga memanfaatkan minyak jelantah menjadi eco-candle atau lilin aromaterapi. Inovasi ini menyasar pengurangan limbah cair rumah tangga sekaligus membuka peluang wirausaha baru.

Proyek kepemimpinan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pendamping Dr. Fida Rahmantika Hadi, M.Pd., dengan mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Menjadi Produk Bermanfaat dan Bernilai Jual.”

Antusiasme warga terpancar sepanjang pelatihan. Ketua TP PKK Desa Bantengan, Puji Lestari, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian para mahasiswa PPG Universitas PGRI Madiun.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Semoga pelatihan pembuatan produk ini benar-benar membawa manfaat nyata, khususnya bagi peningkatan kesejahteraan warga Desa Bantengan,” tutur Puji.

Melalui pendampingan ini, para mahasiswa PPG SD-A Universitas PGRI Madiun berharap praktik pengolahan limbah ramah lingkungan dapat merekat menjadi budaya yang berkelanjutan di Desa Bantengan. Selain menekan persoalan sampah desa, hadirnya inovasi produk bernilai jual ini diharapkan mampu memantik peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.