Dosen PBI UNIPMA Jadi Pemateri di Polres Madiun Kota, Paparkan Teknik Komunikasi Publik
Universitas PGRI Madiun – Dr. Fitra Pinandhita, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), hadir sebagai pemateri dalam pelatihan komunikasi sosial bagi personel Polres Madiun Kota dan jajaran polsek. Berlangsung di Gedung Sunaryo Polres Madiun Kota pada Kamis (29/10), kemarin.
Dalam pelatihan bertajuk "Latkapuan Komunikasi Sosial" tersebut, Dr. Fitra Pinandhita, M.Pd., berfokus memperkuat keterampilan interaksi personel kepolisian dengan masyarakat, mulai dari cara mendengarkan keluhan, mengklarifikasi persoalan, hingga memberikan respons yang tepat.
Beliau menekankan pentingnya active listening atau mendengarkan secara aktif. Menurutnya, petugas tidak boleh terburu-buru memberikan penilaian sebelum benar-benar memahami persoalan warga.
"Esensi dari polisi yang hebat bukan hanya diukur dari kemampuan membuat masyarakat patuh, tetapi juga dari kemampuan membuat masyarakat merasa benar-benar didengarkan dan dihargai," ujar Dr. Fitra Pinandhita, M.Pd.
Selain teknik mendengar, peserta mendapatkan pembekalan sistematis mengenai tahapan penyelesaian masalah, mulai dari klarifikasi, verifikasi, hingga penentuan tindak lanjut yang realistis. Materi juga mencakup etika komunikasi publik serta pentingnya menyampaikan informasi secara objektif, santun, dan mudah dipahami.
Aspek penting lainnya adalah penyesuaian pendekatan komunikasi berdasarkan kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia, secara bijak tanpa terjebak pada stereotip. Peserta juga mendapatkan pembekalan melalui simulasi penanganan warga yang menyampaikan laporan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kecerdasan emosional personel dalam memberikan pelayanan humanis. “Melalui keterampilan ini, petugas diharapkan mampu meredakan potensi konflik sejak dini, mengedepankan sikap objektif, serta transparan saat menerima laporan warga tanpa langsung menghakimi atau mengabaikannya.” tambahnya.
Keterlibatan dosen Universitas PGRI Madiun ini merupakan wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 16 (perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh) serta SDG 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).
Melalui sinergi antara akademisi dan aparat penegak hukum ini, penguatan kapasitas komunikasi diharapkan terus mendongkrak kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.



