NEUST Filipina Hadirkan Dosen Manajemen UNIPMA, Kupas Kebijakan Moneter dan Fiskal Indonesia 

Universitas PGRI Madiun – Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), Ririh Anggraini Setyahety, S.E., M.M.,  menjadi  pemateri Guest Lecture Series yang diselenggarakan oleh College of Management and Business Technology, Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, Rabu (7/10), kemarin.


Dalam kuliah tamu virtual yang diikuti sivitas akademika kedua kampus tersebut, Ririh Anggraini Setyahety, S.E., M.M., membawakan materi bertajuk "Monetary and Fiscal Policy in Indonesia: Framework, Instruments, and Policy Coordination for Economic Stability and Growth". Beliau memaparkan bagaimana pemerintah dan bank sentral mengelola perekonomian nasional di tengah dinamika global.


Ririh Anggraini Setyahety, S.E., M.M., menjelaskan, pengelolaan ekonomi Indonesia bertumpu pada sinergi dua instrumen utama. Pertama, kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia melalui suku bunga acuan (BI-Rate), operasi pasar terbuka, intervensi nilai tukar, pengelolaan likuiditas, dan kebijakan makroprudensial demi menjaga stabilitas harga serta sistem keuangan.


Kedua, kebijakan fiskal yang dikelola Kementerian Keuangan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mencakup pendapatan negara, belanja pusat, transfer ke daerah, hingga pembiayaan.


Beliau menekankan pentingnya koordinasi erat antara kedua kebijakan tersebut untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk trilema makroekonomi dalam menjaga stabilitas nilai tukar, kebebasan arus modal, dan independensi kebijakan moneter.
"Sinergi pemerintah dan bank sentral diperlukan agar kebijakan yang diambil saling mendukung, terutama saat menghadapi tekanan dan ketidakpastian ekonomi global," ujarnya, Kamis (29/10), kemarin.


Lebih lanjut, materi ini juga menghubungkan makroekonomi dengan dunia usaha. Perubahan suku bunga, nilai tukar, dan kebijakan anggaran dinilai berdampak langsung terhadap biaya modal, keputusan investasi, arus kas, hingga daya saing perusahaan.
"Dalam bidang manajemen, pemahaman ini penting karena perubahannya memengaruhi strategi bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan," tambahnya.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai integrasi teori ekonomi makro dan praktik manajemen. Guest Lecture ini sekaligus menjadi wadah pertukaran perspektif akademik lintas negara serta implementasi Tridarma Perguruan Tinggi di kancah internasional.