Abadikan Kesenian Dongkrek, Mahasiswa PPG UNIPMA Segera Terbitkan Buku Ber-ISBN dan HAKI
Universitas PGRI Madiun- Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Kelompok 3 Bahasa Indonesia Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menginisiasi proyek kepemimpinan berupa penyusunan buku sejarah dan filosofi kesenian Dongkrek. Langkah ini diambil guna mendokumentasikan kearifan lokal Madiun agar tidak tergerus zaman.
Proyek pelestarian budaya dan penguatan literasi ini dibimbing oleh dosen Dr. Dwi Rohman Soleh, S.S., M.Pd., serta diketuai oleh mahasiswa U'ut Dhelli Murti. Dalam wawancaranya bersama U’ut Dhelli Murti, ia menjelaskan bahwa gagasan ini berangkat dari pentingnya mendokumentasikan tradisi lisan Dongkrek yang selama ini masih minim tercatat secara tertulis.
“Dongkrek merupakan kesenian khas Madiun yang memadukan tari, musik, dan ritual tolak bala. Namun, pengetahuan tentang kesenian ini masih banyak bersumber dari tuturan lisan para sesepuh. “ ujarnya, Kamis (8/10), kemarin.
Guna mengumpulkan data empiris, tim melangsungkan observasi, perizinan, hingga wawancara mendalam bersama Sudarsono, sesepuh sekaligus anggota Paguyuban Dongkrek "Krido Sakti" di Kecamatan Mejayan, Madiun, pada Rabu (12/8), lalu.
Buku yang disusun tersebut membakukan sejarah serta mengupas tuntas filosofi karakter dalam Dongkrek, seperti Eyang Palang sebagai penolak bala, Roro Ayu dan Roro Perot sebagai simbol kaum lemah yang terancam, hingga sosok Genderuwo sebagai pembawa wabah.
Tidak sekadar membukukan narasi sejarah, karya ini juga dirancang resmi memiliki nomor ISBN serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar berbasis etnopedagogi di sekolah.
“Harapannya sejarah Dongkrek tercatat secara resmi dan bisa diwariskan lintas generasi. Kami ingin pelajar dan masyarakat Madiun lebih mengenal dan bangga pada warisan budayanya sendiri.” Tambahnya.
U'ut Dhelli Murti menambahkan bahwa nantinya buku tersebut akan dibagikan kepada perpustakaan daerah kota maupun kabupaten Madiun. Inovasi dokumentasi kebudayaan ini menjadi bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas PGRI Madiun sekaligus diharapkan dapat menjadi model acuan pelestarian kearifan lokal bagi daerah lain.



