Magang di RSUD dr. Soedono Madiun, Mahasiswa Farmasi UNIPMA Terapkan Ilmu Perkuliahan di Dunia Kerja 

Universitas PGRI Madiun — Latifah Gina, Muhammad Reno William, Yenny Kusuma, Fatihatul Arsyanah, dan Prasanti Sulistiyaning Budi menerapkan ilmu perkuliahan saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Instalasi Farmasi RSUD dr. Soedono Madiun. Selama 1–28 September 2026, lima mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS), Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), mengikuti aktivitas kefarmasian di tujuh unit.

Mahasiswa silih berganti, ada yang di gudang farmasi, kamar operasi, visite bangsal, rawat jalan, rawat inap, IGD, dan IV admixture. Kegiatan turut dibina apt. Zedny Norachuriya, M.Farm.Klin., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas PGRI Madiun, serta Pulung Prabowo, S.Farm., M.Farm., Apt., selaku Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr. Soedono Madiun bersama apoteker preseptor.

Di gudang farmasi, mahasiswa memeriksa penerimaan barang, mulai dari faktur, kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, hingga suhu cold-box. Mereka juga mempelajari penyimpanan dengan prinsip FEFO dan FIFO, pelabelan obat high alert dan NORUM, serta stok opname melalui kartu stelling dan data SIMRS.

Pada unit pelayanan, mahasiswa menyiapkan obat menggunakan sistem Unit Dose Dispensing (UDD), melakukan pengecekan ganda, serta mengkaji resep secara administratif, farmasetik, dan klinis. Mereka juga mengikuti rekonsiliasi obat, pemberian informasi obat, konseling obat pulang, dan visite farmasi.

“Selama PKL, kami bisa melihat langsung bagaimana materi perkuliahan diterapkan di rumah sakit. Setiap unit memberikan pengalaman yang berbeda,” ujar Latifah, Kamis (1/10), kemarin.

Sejumlah mata kuliah turut diterapkan, seperti Manajemen Farmasi untuk perencanaan kebutuhan, analisis ABC-VEN, dan pengendalian persediaan. Farmakologi dan Farmakoterapi serta Farmasi Klinik digunakan dalam pengkajian resep, pemantauan terapi, rekonsiliasi, konseling, dan monitoring efek samping.

Di unit IV admixture, mahasiswa mempelajari dispensing steril secara aseptis menggunakan Laminar Air Flow (LAF) dan Biological Safety Cabinet (BSC), termasuk penyiapan nutrisi parenteral, sediaan sitostatika, dan sediaan hemofilia.

“Pengalaman di rumah sakit membuat kami memahami bahwa pelayanan kefarmasian membutuhkan ketelitian karena berkaitan dengan keamanan dan ketepatan penggunaan obat,” tambahnya.

PKL tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang mendukung Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain keterampilan teknis, mahasiswa belajar mengikuti prosedur kerja, berkomunikasi dengan tenaga kesehatan, dan memahami keselamatan pasien sebagai bekal menuju pendidikan profesi apoteker.

“PKL ini memberi gambaran lebih nyata tentang pekerjaan di bidang farmasi dan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan profesi apoteker,” pungkas Latifah.