Dosen Manajemen UNIPMA Jadi Pembicara Internasional di Filipina, Bahas Kepemimpinan dan Pemberdayaan Karyawan
Universitas PGRI Madiun - Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), Metik Asmike, S.E., M.M., menjadi pembicara dalam International Virtual Lecture bersama Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, Jumat (28/8), kemarin.
Dalam kuliah daring yang diikuti mahasiswa dan dosen program Bachelor of Science in Business Administration major in Human Resource Management (BSBA HRM) MMSU, Metik Asmike, S.E., M.M., membawakan materi Leadership and Empowerment atau kepemimpinan dan pemberdayaan karyawan.
Pembahasan berfokus pada perubahan peran pemimpin di lingkungan kerja modern melalui pendekatan empowering leadership. Pemimpin tidak hanya memberikan instruksi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator yang membangun kepercayaan dan memberi ruang bagi karyawan untuk berkembang.
Metik Asmike, S.E., M.M., menjelaskan, pemberian otonomi perlu disertai delegasi wewenang yang jelas. Karyawan yang mendapat ruang untuk mengambil keputusan dan berkontribusi terhadap tujuan organisasi akan lebih terdorong membangun rasa tanggung jawab serta kepemilikan terhadap pekerjaannya.
“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan kewenangan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kapasitas agar karyawan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Pemberdayaan, lanjutnya, juga perlu didukung coaching dan mentoring. Pendekatan tersebut dapat membantu karyawan meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan calon pemimpin baru di dalam organisasi.
Kepemimpinan yang memberdayakan juga berkaitan dengan upaya membangun motivasi, kepuasan kerja, dan keterikatan karyawan. Karena itu, organisasi perlu menciptakan budaya kerja yang terbuka dan transparan agar karyawan memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan serta mengambil inisiatif.
Menurut Metik Asmike, S.E., M.M., pemimpin juga perlu bersikap adaptif dan komunikatif dalam menghadapi dinamika organisasi. Pemberian ruang kepada anggota tim harus tetap diikuti arahan yang jelas agar kebebasan dalam bekerja berjalan sejalan dengan tujuan organisasi.
“Pemimpin perlu memberikan ruang bagi anggota tim untuk berkembang, tetapi tetap memastikan arah dan tujuan organisasi berjalan dengan jelas,” pungkasnya.
Materi tersebut sekaligus membekali mahasiswa HRM dengan pemahaman mengenai pengelolaan sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pengembangan kapasitas dan kepemimpinan dari dalam organisasi.
Melalui sesi tersebut, perspektif manajemen sumber daya manusia dari Universitas PGRI Madiun diperkenalkan kepada mahasiswa dan dosen MMSU, khususnya mengenai keterkaitan kepemimpinan, pemberdayaan karyawan, dan kinerja organisasi.



