Mencegah Pernikahan Dini, KKN-T 02 UNIPMA Luncurkan Program GENTADINI untuk Remaja Desa Gandul
Kelompok 02 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Berdampak Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengambil peran aktif dalam pencegahan pernikahan dini melalui peluncuran program edukasi GENTADINI (Generasi Emas Tanpa Nikah Dini). Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Gandul, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Minggu (9/11), lalu ini mengangkat isu penting mengenai kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan bagi remaja.
Mengusung tema “Generasi Emas Tanpa Nikah Dini: Edukasi Komprehensif Kesehatan Reproduksi dan PUP bagi Remaja”, program ini bertujuan membekali generasi muda agar mampu mengambil keputusan yang matang dan bertanggung jawab terkait masa depan mereka.
Kegiatan mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembina Lapangan (DPL), Dr. Edy Suprapto, S.Si., M.Pd., serta sinergi dari Kader Posyandu, Kepala Desa sekaligus Penggerak PKK, dan bidan desa. Sebanyak 80 remaja tingkat SMP dan SMA yang terdaftar dalam Posyandu Remaja Desa Gandul turut menjadi peserta.
Ketua pelaksana, Riko Aditya Wibowo, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai edukasi komprehensif yang menyoroti tiga aspek utama, yakni peningkatan literasi kesehatan reproduksi, pemahaman risiko pernikahan dini, dan pengenalan konsep Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).
“Kami ingin remaja memahami bahwa keputusan menikah tidak cukup hanya dengan kesiapan emosional, tetapi juga kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi,” ujar Riko Senin (24/11), kemarin.
Materi disampaikan oleh Bidan Desa Iin Ernawati, Erna Azharul, dan Riko Aditya, mencakup perubahan fisik dan emosi pada masa pubertas, bahaya Triad KRR (seks bebas, HIV/AIDS, dan NAPZA), batas usia ideal menikah, hingga kesiapan psikologis, finansial, dan sosial yang wajib dipenuhi sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Para pemateri juga menegaskan dampak multidimensi dari pernikahan dini:
- Risiko kesehatan: komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu dan bayi.
- Risiko sosial: putus sekolah dan meningkatnya kerentanan terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).
- Risiko ekonomi: meningkatnya potensi kemiskinan pada pasangan muda.
GENTADINI tidak hanya menyoroti risiko, tetapi juga mendorong remaja untuk memanfaatkan masa muda secara produktif, menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan karier, dan membangun keterampilan hidup. Pesan ini sejalan dengan agenda nasional menuju Generasi Emas 2045 yang menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing.
“GENTADINI memberikan pemahaman rasional mengenai risiko besar pernikahan dini. Kini saya memilih fokus mengembangkan diri dan menunda perkawinan,” ujar Fauzan, peserta remaja.
Melalui kegiatan edukatif ini, KKN-T 02 Universitas PGRI Madiun berharap remaja Desa Gandul semakin sadar bahwa pernikahan merupakan keputusan besar yang membutuhkan persiapan matang. Program GENTADINI diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini dan membantu remaja membangun masa depan yang lebih sehat, stabil, dan bertanggung jawab.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



