KKN-T UNIPMA Berdampak Kelompok 13 Gerakkan Siswa SDN Purworejo 02 Lawan Bullying
Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Berdampak Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) sukses menggelar sosialisasi anti-bullying di SDN Purworejo 02, Jumat (21/11). Mengusung tema “Angkat Satu Tanganmu: Satu Sekolah Hentikan Bullying!”, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran dan keberanian siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas perundungan.
Kegiatan mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembina Lapangan (DPL), Heidy Paramitha Devi, S.Pd., M.Si., serta dihadiri oleh Kepala Sekolah Titin Nalawati, S.Pd., M.Pd., guru pendamping, tim KKN-T Kelompok 13, dan 39 siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja kelompok di bidang kebangsaan.
Ketua pelaksana sekaligus pemateri, Rafidyatul Maulidya, menjelaskan bahwa kegiatan berfokus pada pemberian pemahaman menyeluruh mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan bullying. “Materi kami susun secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab,” ujarnya, Senin (24/11). Ia turut memaparkan jenis-jenis bullying, ciri-ciri verbal maupun nonverbal, serta langkah yang dapat diambil siswa ketika menghadapi situasi perundungan di sekolah.
Sesi Pohon Ungkapan menjadi momen paling emosional dalam kegiatan ini. Siswa diajak menuliskan pengalaman atau perasaan terkait bullying pada media khusus yang telah disiapkan. “Sejumlah siswa tampak emosional hingga meneteskan air mata, karena ini kesempatan pertama bagi mereka untuk mengungkapkan perasaan yang selama ini dipendam,” ungkap Rafidyatul.
Menyikapi situasi tersebut, tim KKN-T segera memberikan pendampingan dan konseling singkat untuk menenangkan, menggali emosi yang muncul, dan memastikan setiap siswa merasa aman serta didukung. Momen ini menjadi ruang penting bagi siswa untuk merasa dipahami dan tidak menghadapi pengalaman itu sendirian.
Dalam penjelasannya, Rafidyatul juga menegaskan pentingnya meminta bantuan ketika perundungan terjadi. “Jika bullying terjadi di sekolah, siswa dapat melapor kepada guru pendamping atau konselor agar segera mendapat bantuan. Melawan bukan solusi; melapor adalah langkah paling aman untuk menghentikan perundungan,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN-T Universitas PGRI Madiun berharap siswa SDN Purworejo 02 semakin peka dalam mengenali tanda-tanda bullying dan berani mencari bantuan. Harapannya, sekolah dapat terus bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan sepenuhnya bebas dari kekerasan.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



