Kalahkan Kompetitor Global, Tasya Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNIPMA Raih Gelar Juara 1 Internasional
Tasya Septiyan Nur Laila, mahasiswi Semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih juara dalam kompetisi International English Speech Competition yang diselenggarakan secara daring.
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, termasuk Thailand, Filipina, dan Indonesia. Proses pengiriman karya (video submission) berlangsung dari 14 hingga 24 Oktober 2025, menantang mahasiswa untuk menyampaikan pidato orisinal dalam Bahasa Inggris. Penilaian difokuskan pada tiga aspek utama: kekuatan argumen (content), kefasihan penyampaian (delivery), dan akurasi bahasa (language).
Dalam ajang internasional tersebut, Tasya membawakan pidato dengan judul yang sangat relevan dan mendesak: “Mental Health Education at School is Not Optional - It is a Must.” Secara singkat, pidato Tasya menekankan urgensi integrasi pendidikan kesehatan mental sebagai kurikulum wajib di lingkungan sekolah. Ia berargumen bahwa institusi pendidikan harus bertransformasi menjadi safe space yang membekali siswa dengan keterampilan penting, seperti kemampuan mengelola emosi dan keberanian mencari bantuan profesional.
"Isu kesehatan mental harus dianggap sebagai fondasi penting untuk kesuksesan akademik dan kehidupan siswa. Perubahan kurikulum yang mendasar adalah keharusan," ujar Tasya, Selasa (18/11), kemarin.
Untuk mencapai hasil maksimal, Tasya menjalani bimbingan intensif dari dua dosen luar biasa, yakni Lusia Kristiasih Dwi P., SS., M.A., dan Dr. Sigit Ricahyono, S.S., M.Pd., yang berperan besar dalam mengasah kekuatan argumen dan teknik penyampaian pidatonya.
Atas prestasinya ini, Tasya menyampaikan dua harapan utama. Pertama, ia berharap kemenangannya dapat menjadi motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa Universitas PGRI Madiun lainnya.
“Meskipun kita tergolong pendiam atau tidak terlalu banyak bicara, kita tetap bisa menunjukkan kekuatan dan kemampuan kita. Sifat pendiam bukanlah kelemahan, melainkan kesempatan untuk menyalurkan energi dan fokus kita ke dalam karya dan prestasi yang berdampak besar,” ungkap Tasya.
Kedua, Tasya berharap isu Pendidikan Kesehatan Mental di Indonesia semakin disadari urgensinya oleh semua pihak, terutama institusi pendidikan. Keberhasilan Tasya tidak hanya membawa nama baik Universitas PGRI Madiun di mata dunia, tetapi juga menyuarakan pesan penting mengenai kesejahteraan generasi muda di sekolah.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



