Kelompok 17 KKN-T Bedampak UNIPMA Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Workshop di Desa Bancong
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Berdampak Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) kelompok 17 menunjukkan kepeduliannya terhadap kemajuan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan menggelar workshop bertajuk “Pemanfaatan Generative AI Sebagai Optimalisasi Penjualan Produk UMKM Melalui E-Commerce.” Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bancong pada Selasa, (11/11), kemarin ini diikuti oleh 12 pelaku UMKM setempat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN-T Berdampak Universitas PGRI Madiun yang didukung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sri Anardani, S.Kom., M.T. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap digitalisasi pemasaran dan pentingnya memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar.
Dwi Amartani Suryaningputri selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya konkret membantu pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Melalui workshop ini, kami ingin mendorong pelaku UMKM di Desa Bancong agar lebih melek digital dan mampu memasarkan produk mereka secara online,” ujarnya.
Workshop menghadirkan pemateri Muh. Nur Luthfi Azis, S.Kom., M.Kom., yang membawakan materi tentang pemanfaatan Generative AI dalam optimalisasi penjualan produk melalui e-commerce. Hadir pula perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, serta 18 mahasiswa anggota kelompok 17 KKN-T Berdampak Universitas PGRI Madiun.
Dalam pemaparannya, Muh. Nur Luthfi Azis, S.Kom., M.Kom., menekankan pentingnya penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan strategi pemasaran digital.
Sudjoko, pelaku UMKM Brem Suling Murni dan Toko Atika Murni, yang menyampaikan apresiasi dan meminta bantuan pembuatan video promosi produknya. Ia juga berbagi pengalaman tentang kesulitan memperpanjang hak paten usahanya yang telah kadaluarsa, dan langsung mendapat arahan dari pemateri mengenai langkah-langkah perpanjangan yang benar.
Selain itu, para pelaku UMKM juga meminta agar lokasi usaha mereka dimasukkan ke Google Maps. Tim panitia kemudian membantu pendataan dan menemukan bahwa dari 12 UMKM peserta, 6 sudah terdaftar, 5 berhasil didaftarkan selama kegiatan, dan 1 diketahui telah tutup.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan penjualan dan daya saing produk lokal Desa Bancong. “Kami berharap, setelah mengikuti workshop ini, pelaku UMKM bisa semakin semangat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya,” tutur Dwi.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



