Yuris Legal Opinion Competition 2025: Mahasiswa Hukum Unjuk Tajamnya Analisis dalam Bayang Diskresi Aparat
Ajang bergengsi Yuris Legal Opinion Competition 2025 kembali digelar oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun). Kompetisi tahunan ini menjadi wadah bagi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengasah kemampuan analisis hukum dan berpikir kritis dalam penyusunan legal opinion beserta hukum acaranya.
Tahun ini, kompetisi tersebut mengangkat tema “Bayang-Bayang Diskresi Aparat dalam KUHP Baru: Tantangan terhadap Jaminan Konstitusional dan HAM atas Kebebasan Bersuara Mahasiswa.” Tema ini menyoroti perbandingan antara KUHP baru dan KUHP lama, khususnya terkait tindakan preventif aparat yang dilindungi oleh pasal diskresi serta kewenangan represif dalam penegakan hukum.
Ketua pelaksana, Arjuna Arya Pribadi Putra, menyebutkan bahwa kegiatan ini berlangsung secara daring mulai 13 Agustus hingga 22 Oktober 2025, mencakup tahap pendaftaran, seleksi, babak final pada 18 Oktober, hingga pengumuman pemenang pada 22 Oktober 2025. “Kompetisi ini diikuti sekitar 150 delegasi dari 23 universitas di seluruh Indonesia, terdiri dari 48 kelompok yang masing-masing beranggotakan maksimal tiga orang,” jelasnya.
Menurut Arjuna, Yuris Legal Opinion Competition menjadi ruang berlatih bagi mahasiswa hukum untuk mengasah kepekaan terhadap isu-isu hukum aktual sekaligus menguji ketajaman argumentasi dalam menghadapi suatu kasus posisi.
Dosen pembina, Bintang Ulya Kharisma, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa ajang ini perlu dijadikan agenda tetap oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Universitas PGRI Madiun. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan termotivasi untuk terus belajar, meningkatkan rasa kompetitif, sekaligus memperluas promosi Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun di kancah nasional,” ujarnya.
Kompetisi ini turut menghadirkan jajaran dewan juri berpengalaman, di antaranya Adv. Risky Rindam L.P., S.H., M.H., dan Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I.. Keduanya memberikan penilaian terhadap seluruh karya peserta yang dinilai menunjukkan kualitas analisis hukum yang semakin matang dan kompetitif.
Dalam hasil akhir, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung berhasil keluar sebagai Juara 1, disusul Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di posisi Juara 2, dan Universitas Diponegoro sebagai Juara 3.
Arjuna berharap kegiatan ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun. “Semoga Yuris Legal Opinion Competition dapat menjadi ajang rutin yang tidak hanya melahirkan generasi hukum yang cerdas, tetapi juga meningkatkan branding Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun di tingkat nasional,” pungkasnya.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



