BEM UNIPMA Raih Pendanaan Nasional, Gerakkan Pemberdayaan Desa Inklusi di Magetan
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) berhasil lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat (PM-BEM) Tahun Anggaran 2025 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (DPPM Kemdiktisaintek).
Melalui proposal berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Inklusi di Desa Simbatan Menuju Desa Mandiri melalui Integrasi Literasi Digital dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal dengan Model e-IM3”, program ini menjadi langkah konkret BEM Universitas PGRI Madiun dalam mendorong terciptanya desa inklusif berbasis digital serta penguatan potensi lokal yang berkelanjutan.
Program yang akan dilaksanakan di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan ini, dijalankan oleh BEM Universitas PGRI Madiun dengan pendampingan dosen pembimbing, yakni Dr. Endang Sri Maruti, S.Pd., M.Pd. (Ketua sekaligus Kaprodi PGSD), Dr. Rischa Pramudia Trisnani, M.Pd., serta Dr. Wasilatul Murtafiah, M.Pd.
Tim mahasiswa berjumlah 20 orang, terdiri dari Miladia Hikaya Rosyida, Guntur Ega Pratama, Meila Annisa Putri, Nur Halifah Rahmawati, Tiya Istiqomah, Anang Adiwijaya, Eris Dwi Purwanti, Chrisma Ilham, Fauzan Rizal Setyawan, Sadam Al Azari, Elfara Yulyastia Rizki Ananda, Sylfi Anjarwati, Leinze Rizqi Quiin Allgafria, Khoiri Nisa Nur Arifa, Dewi Ayu Rahmawati, Feri Nurdianto, Haidar Fillah Muhyiddin, Figo Dwi Alvianto, Aditya Arya Priatma, dan Oktavia Dwi Argiyanti.
Anggota tim, Anang Adiwijaya, dalam wawancaranya menyebut bahwa program ini menggandeng dua mitra, SWP Sambung Roso dan Pokdarwis Dewi Sri. SWP Sambung Roso bergerak di industri batik dengan pekerja difabel, sementara Pokdarwis Dewi Sri mengelola wisata berbasis peninggalan Candi Dewi Sri.
“Selama ini produksi batik terkendala pencampuran warna karena masih memakai takaran sendok yang tidak seragam. Sedangkan sektor wisata terpukul pandemi COVID-19 sehingga kunjungan merosot. Lewat program ini kami menghadirkan alat pencampur warna batik yang lebih presisi serta aplikasi e-IM3 untuk mendongkrak kembali pariwisata Candi Dewi Sri,” ujarnya, Kamis, (25/9), kemarin.
Program ini tidak hanya menyentuh aspek produksi, tetapi juga pemasaran digital. Harapannya, kedua mitra dapat semakin berkembang dan dikenal luas, tidak hanya di Magetan tetapi juga di tingkat nasional.
Ketua tim, Dr. Endang Sri Maruti, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan membawa manfaat nyata. “Semoga alat yang kami kembangkan dan aplikasi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak berhenti hanya pada periode program ini saja,” ujarnya.
Dengan capaian ini, BEM Universitas PGRI Madiun menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



