Siapkan Lulusan Hukum Siap Kerja, Mahasiswa UNIPMA Terjun Langsung dalam Praktik Kenotariatan di Madiun
Universitas PGRI Madiun – Guna memperkuat pemahaman teori melalui pengalaman praktis, Fitri Wulandari, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), melaksanakan program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kantor Notaris dan PPAT Dina Salsabila Heniasari, S.H., M.Kn.
Program MBKM ini merupakan komitmen Universitas PGRI Madiun dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan, yaitu memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar ruang kuliah agar siap menghadapi dunia kerja.
Program magang MBKM sendiri merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk bekerja langsung di instansi profesional. Selain bertujuan menyelaraskan ilmu di bangku kuliah dengan kebutuhan industri, seluruh kegiatan magang selama satu semester ini juga dikonversi setara 20 SKS.
Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini sekaligus menjadi bentuk nyata penyerapan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan Universitas PGRI Madiun, khususnya pada pilar pendidikan dan pengajaran berbasis praktik lapangan.
Selama bertugas di kantor yang berlokasi di Jalan Salak No. 5B Kota Madiun tersebut, Fitri dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bintang Ulya Kharisma, S.H., M.Kn., serta Notaris Dina Salsabila Heniasari.
Dalam pelaksanaannya, Fitri menangani berbagai tugas administrasi kenotariatan, seperti pengarsipan dokumen, verifikasi berkas para pihak, hingga pengelolaan surat-menyurat. Tak hanya berkutat di balik meja, ia juga diterjunkan langsung dalam pelayanan hukum di lapangan.
Fitri dipercaya menjadi saksi penandatanganan Akta Jual Beli (AJB), mengurus pengecekan sertifikat di BPN Kota dan Kabupaten Madiun, hingga membantu penyusunan berkas turun waris serta pembuatan akta pendirian badan usaha.
"Pengalaman ini sangat berharga karena saya tidak hanya belajar administrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam penyusunan akta dan pengurusan berkas klien di lapangan," kata Fitri, Kamis (15/10), kemarin.
Pengalaman praktis tersebut diakui sangat relevan dengan materi perkuliahan semester lima, khususnya mata kuliah Etika Profesi Hukum dan Hukum Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
"Lewat mata kuliah Etika Profesi Hukum, saya belajar menyajikan pelayanan dokumen yang benar sekaligus menjaga integritas sebagai calon penegak hukum," ujarnya.
Melalui integrasi antara pembelajaran di kampus dan praktik lapangan ini, Fitri berharap dapat mengasah kesiapan kariernya sebelum resmi menyandang gelar sarjana.
"Saya berharap pengalaman magang ini membentuk saya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan berani menghadapi tantangan dunia kerja profesional," pungkas Fitri.




