Belajar Pajak Gak Harus Bikin Pusing! Mahasiswa D3 Manajemen Pajak UNIPMA Ciptakan "Taxmigo", Game Edukasi Perpajakan yang Seru
Universitas PGRI Madiun – Belajar perpajakan sering kali dianggap rumit karena dipenuhi istilah teknis dan deretan perhitungan yang membingungkan. Namun, anggapan tersebut coba dipatahkan oleh Oktaningtiyas Wahyu Pratama, mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Pajak Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), melalui inovasi game edukasi perpajakan berbasis web bernama Taxmigo.
Berangkat dari keresahan melihat masih rendahnya literasi perpajakan masyarakat, khususnya dalam memahami proses penghitungan hingga pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, Oktaningtiyas menghadirkan media belajar yang lebih sederhana, interaktif, dan mudah dipahami.
"Perkembangan teknologi perpajakan saat ini sudah semakin maju, tetapi masih banyak Wajib Pajak Orang Pribadi yang kebingungan saat menghitung maupun melaporkan pajaknya, terutama di era Coretax. Dari situ saya ingin menghadirkan media belajar yang lebih praktis dan menyenangkan," ujarnya, Rabu (29/7), kemarin.
Taxmigo dirancang dengan konsep learning by doing, sehingga pengguna tidak hanya membaca materi, tetapi juga langsung mempraktikkan proses penghitungan pajak melalui simulasi yang disajikan dalam bentuk permainan.
Perjalanan pengguna dimulai dari halaman welcome page yang menampilkan nama game, deskripsi singkat, serta tombol untuk memulai permainan. Selanjutnya, pengguna dapat memilih satu dari enam karakter Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) dengan profesi yang berbeda-beda. Masing-masing karakter memiliki skenario penghasilan dan simulasi perpajakan yang disesuaikan dengan kondisi nyata.
Setelah memilih karakter, pengguna diajak mempelajari materi perpajakan melalui tampilan visual yang menarik dengan bahasa yang sederhana. Proses belajar kemudian berlanjut ke simulasi penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi, mulai dari menghitung penghasilan bruto, pengurang, Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), hingga menentukan besaran PPh terutang berdasarkan tarif progresif.
Sebagai penutup, pengguna dapat menguji pemahamannya melalui 10 soal kuis interaktif berbasis poin yang dilengkapi skor akhir dan umpan balik sebagai bahan evaluasi pembelajaran.
Menariknya, Taxmigo dikembangkan berbasis web sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat, mulai dari smartphone, tablet, hingga komputer tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Hal ini membuat proses belajar menjadi lebih fleksibel dan dapat dilakukan kapan saja.
Bagi Oktaningtiyas, Taxmigo bukan sekadar permainan, melainkan media simulasi edukasi yang diharapkan mampu membantu Wajib Pajak Orang Pribadi memahami proses perpajakan secara mandiri melalui praktik langsung.
Melalui inovasi ini, ia berharap Taxmigo dapat terus dikembangkan menjadi produk yang siap digunakan secara lebih luas sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perpajakan sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak di Indonesia.
Karya tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas PGRI Madiun tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif yang menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.




