Dari Permainan Sederhana Jadi Media Edukasi, Mahasiswa PGSD UNIPMA Ciptakan Ular Tangga Peduli Lingkungan 

MADIUN – Puput, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), mengembangkan Ular Tangga Peduli Lingkungan sebagai media pembelajaran kreatif melalui proyek mata kuliah Primary Edupreneurship. Permainan yang memadukan konsep edukasi dan kepedulian lingkungan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif melalui aktivitas bermain, kolaborasi, dan praktik langsung.

Berbeda dari permainan ular tangga pada umumnya, inovasi ini menggabungkan konsep ular tangga dengan mekanisme permainan monopoli. Papan permainan tidak hanya berisi angka, tetapi juga dilengkapi kartu pertanyaan dan kartu aksi yang mengajak pemain menyelesaikan tantangan berkaitan dengan pengetahuan serta perilaku peduli lingkungan.

Dalam penerapannya, pemain bergiliran melempar dadu untuk menentukan langkah pada papan permainan. Ketika berhenti di kotak tertentu, pemain harus mengambil kartu sesuai instruksi. Kartu pertanyaan berisi tantangan yang perlu dijawab, sedangkan kartu aksi mengarahkan pemain melakukan kegiatan seperti menanam pohon, merawat tanaman, hingga membuang sampah pada tempatnya.

Pengembangan Ular Tangga Peduli Lingkungan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dipadukan dengan gamifikasi (gamification). Melalui pendekatan tersebut, materi pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan sehingga pengguna dapat memahami konsep melalui pengalaman langsung, pemecahan masalah, dan interaksi sosial.

Puput menjelaskan bahwa permainan tersebut tidak hanya dibuat sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk menerapkan teori belajar dan prinsip pengembangan media pembelajaran secara nyata.

“Media ini dibuat agar pembelajaran lebih interaktif. Selain memahami materi, pengguna juga dapat belajar bekerja sama dan menerapkan sikap peduli terhadap lingkungan melalui aktivitas bermain,” ujar Puput, Selasa (28/7), kemarin.

Karya tersebut dikembangkan sebagai bagian dari proyek berbasis kelompok pada mata kuliah Primary Edupreneurship yang diampu oleh Tiara Intan Cahyaningtyas, S.Si., M.Pd. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa PGSD dilatih untuk menghasilkan produk kreatif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memiliki nilai guna dan peluang pengembangan.

“PGSD menyiapkan mahasiswa menjadi calon guru profesional yang mampu membuat media pembelajaran sendiri sebagai pelengkap proses belajar siswa. Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa wirausaha,” ujar Tiara Intan Cahyaningtyas, S.Si., M.Pd.

Menurut Tiara Intan Cahyaningtyas, S.Si., M.Pd., pengembangan Ular Tangga Peduli Lingkungan menjadi bentuk pembelajaran terapan yang mencerminkan karakteristik PGSD. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pendidikan, tetapi juga mengimplementasikannya melalui karya yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan belajar di sekolah maupun ruang publik.

Selain berfungsi sebagai media edukasi, permainan ini juga memiliki potensi menjadi ruang interaksi sosial. Aktivitas bermain bersama dapat mendorong komunikasi, kerja sama, dan pengalaman belajar yang melibatkan banyak peserta sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih aktif.

Dalam proses pengembangannya, Ular Tangga Peduli Lingkungan menggunakan tahapan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Secara fisik, permainan dirancang menyerupai ular tangga pada umumnya dengan tambahan kartu tantangan sebagai unsur pembeda.

Melalui inovasi tersebut, Puput berharap Ular Tangga Peduli Lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran yang kreatif sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus menciptakan karya edukatif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.