Terapkan Ilmu Mata Kuliah Studi Kelayakan Bisnis, Mahasiswa Manajemen UNIPMA Dorong Penguatan UMKM Penyulingan Cengkeh di Madiun 

Universitas PGRI Madiun- Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) melakukan pendampingan terhadap UMKM penyulingan daun cengkeh di Desa Kare, Kabupaten Madiun, sebagai upaya mendukung pengembangan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh dari mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis yang diampu oleh Dian Citaningtyas Ari Kadi, S.E., M.M. Pendampingan ini menjadi salah satu strategi untuk menganalisis kondisi usaha, mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, serta memberikan rekomendasi yang sesuai bagi keberlanjutan UMKM.

Kelompok 1 mahasiswa semester 4H yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Eko Panji K., Rizqi Dicko P., Rhendra Riyan S., dan Aryyo Tirta S. Pendampingan dilakukan kepada UMKM penyulingan daun cengkeh milik Pak Darno dan Ibu Muryani yang berlokasi di Jalan Raya Kandangan 7, Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Kegiatan berlangsung sejak 7 April hingga 21 Juli 2026 dengan pendampingan dosen Dian Cita. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengaplikasikan konsep manajemen yang dipelajari di bangku perkuliahan untuk memahami proses usaha secara langsung sekaligus memberikan masukan sesuai kondisi UMKM.

Selama pendampingan, mahasiswa melakukan observasi terhadap proses produksi minyak cengkeh, berdiskusi dengan pemilik usaha mengenai kendala yang dihadapi, serta mengidentifikasi peluang pengembangan usaha. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, mahasiswa memberikan masukan terkait strategi pemasaran agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain memberikan pendampingan dalam aspek pengembangan usaha, mahasiswa juga membantu pemasangan banner usaha serta memberikan perhatian terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan UMKM yang lebih tertata.

Eko Panji K., salah satu anggota kelompok yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini, mengatakan bahwa pendampingan tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung kondisi usaha masyarakat.

“Kami melihat langsung proses penyulingan daun cengkeh dan berdiskusi dengan pemilik usaha mengenai kendala yang dihadapi. Dari hasil diskusi tersebut, kami mencoba memberikan masukan yang sesuai dengan kebutuhan usaha,” ujar Panji, Senin (27/7), kemarin.

Menurut Panji, penerapan ilmu dari mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis membantu mahasiswa dalam memahami berbagai aspek usaha, mulai dari proses produksi hingga strategi pengembangan bisnis.

“Selain belajar mengenai teori bisnis, kami juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan masyarakat, memahami permasalahan usaha, dan mencari solusi berdasarkan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, pendampingan ini diharapkan dapat membantu UMKM penyulingan daun cengkeh dalam mengembangkan usahanya. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat Kampus Berdampak serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1 tentang pengentasan kemiskinan dan SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas.

Panji berharap pendampingan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi UMKM penyulingan daun cengkeh milik Pak Darno dan Ibu Muryani. “Semoga ke depannya usaha ini dapat menambah unit penyulingan sehingga mampu memproduksi minyak cengkeh lebih banyak,” pungkasnya.