Mahasiswa PGSD UNIPMA Kembangkan Monopoli Edukatif untuk Pembelajaran Siswa SD 

Universitas PGRI Madiun – Silfi Rahmadita, mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), mengembangkan media pembelajaran berbentuk monopoli edukatif sebagai proyek mata kuliah Primary Edupreneurship. Media ini dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar memahami materi Pendidikan Pancasila (PKn) melalui permainan yang mendorong interaksi, kolaborasi, dan komunikasi.

Monopoli edukatif tersebut dikembangkan menggunakan pendekatan Game-Based Learning dan pembelajaran kontekstual. Permainan didesain menarik dengan papan monopoli (board game), tiga jenis kartu tantangan yang disesuaikan dengan materi PKn SD, yaitu Kartu Kebudayaan, Kartu Kewargaan, dan Kartu Misteri, serta dilengkapi uang permainan, dadu, dan pion.

Dalam penerapannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan bergiliran melempar dadu untuk berjalan di papan permainan. Setiap pemain yang melewati garis START memperoleh bonus uang dari bank, sementara petak pajak dan penjara menghadirkan simulasi kewajiban warga negara serta penegakan hukum. Adapun pada petak kartu khusus, pemain harus menyelesaikan tantangan sesuai jenis kartu. Jawaban yang benar akan memperoleh poin atau hadiah, sedangkan Kartu Misteri berisi kejutan berupa bonus maupun denda sesuai situasi yang disimulasikan.

Menurut Silfi, media tersebut dikembangkan untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif sekaligus melatih keterampilan abad ke-21 atau 4C, yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication.

"Lewat permainan ini, siswa dapat memahami materi sekaligus belajar bekerja sama dan berkomunikasi," ujar Silfi, Senin (27/7), kemarin.

Selain mendukung proses belajar, monopoli edukatif juga menjadi ruang interaksi bagi peserta didik. Selama permainan berlangsung, mereka tidak hanya menjawab soal, tetapi juga berdiskusi, menyusun strategi, dan berkomunikasi dengan anggota kelompok sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

Dosen pengampu mata kuliah Primary Edupreneurship, Tiara Intan Cahyaningtyas, S.Si., M.Pd., mengatakan bahwa pengembangan media tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di PGSD Universitas PGRI Madiun. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi tugas akademik, tetapi juga dilatih mengembangkan jiwa kewirausahaan serta mampu menghasilkan media pembelajaran yang kreatif dan dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Melalui proyek ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan ide kreatif, memiliki jiwa kewirausahaan, serta menghasilkan media pembelajaran yang fungsional dan dapat diterapkan di sekolah,” ujar Tiara Intan Cahyaningtyas, S.Si., M.Pd.

Silfi berharap monopoli edukatif yang dikembangkannya tidak berhenti sebagai proyek perkuliahan, tetapi dapat diterapkan lebih luas di sekolah dasar serta menginspirasi mahasiswa maupun guru untuk terus menghadirkan media pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.