Lestarikan Seni Tari Lewat Kampus, UKM Tjandra Kirana UNIPMA Jadi Gerbang Mahasiswa Raih Prestasi
Di tengah arus deras budaya populer yang kian mendominasi, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Tari Tjandra Kirana (TJK) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) tetap konsisten menjaga eksistensi seni tari sebagai ruang ekspresi sekaligus pengembangan potensi diri mahasiswa.
Melalui latihan rutin yang digelar setiap pekan, UKM TJK tidak hanya menjadi wadah pelestarian seni, tetapi juga sarana eksplorasi diri bagi para anggotanya. Kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan penampilan yang matang ketika tampil di hadapan publik, baik dalam lingkup kampus maupun di luar kampus.
Latihan rutin tersebut dilaksanakan tiga kali dalam sepekan di Gedung UKM. Pada hari Selasa, anggota berfokus pada modern dance, sementara hari Rabu dikhususkan untuk pendalaman tari tradisional. Adapun hari Kamis menjadi sesi latihan gabungan yang memadukan berbagai teknik dan gaya tari.
Valentino Satria Wibowo, selaku ketua umum UKM Tari Tjandra Kirana dalam wawancaranya mengatakan bahwa setiap latihan tidak hanya menitikberatkan pada gerakan, tetapi juga pada aspek teknik, ekspresi, dan kekuatan (power) dalam menari.
“Dalam setiap pertemuan, kami memberikan materi terkait teknik, ekspresi, hingga pendalaman karakter tari, baik tradisional maupun modern. Ini penting agar penari tidak hanya bergerak, tetapi juga mampu menyampaikan makna,” ujarnya, Kamis (2/4), kemarin.
Ia menambahkan, pada tari tradisional, setiap gerakan memiliki cerita yang sarat nilai. Salah satunya Tari Luput Sinujud yang pernah dipentaskan dalam PKKMB 2025, yang mengangkat pesan tentang manusia yang kurang bersyukur kepada Tuhan.
Selain itu, terdapat pula Tari Beksan Telaga Angsa yang ditampilkan dalam pelantikan Rektor Universitas PGRI Madiun 2026, yang menggambarkan kesucian dan kemurnian hati melalui gerakan yang lembut dan harmonis.
Di bawah bimbingan dosen pembina, Sesaria Prima Yudhaningtyas, S.Pd., M.Pd., UKM Tjandra Kirana tidak hanya berfokus pada penguatan teknik, tetapi juga pada pendalaman nilai seni dan budaya. Mahasiswa diajak memahami filosofi di balik setiap gerakan dan irama, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyeluruh dan bermakna.
Tak hanya itu, keaktifan UKM ini dalam berbagai kegiatan turut membuka peluang relasi dan pengalaman bagi para anggotanya. Mereka kerap tampil dalam acara kampus, seperti pembukaan program kerja organisasi mahasiswa, hingga memenuhi undangan tampil di luar kampus.
“Dari sini, anggota tidak hanya berkembang secara skill, tetapi juga mendapatkan pengalaman berorganisasi dan memperluas relasi,” tambah Valentino.
Ke depan, UKM Tjandra Kirana berharap dapat terus meningkatkan prestasi, baik di tingkat kampus, kota, maupun luar daerah melalui berbagai kompetisi. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk terus menyajikan pertunjukan tari yang mampu memikat hati penonton.
Latihan rutin yang dijalankan menjadi bukti nyata keseriusan UKM ini dalam mewujudkan visi tersebut, yakni menjadikan seni tari sebagai jembatan mahasiswa untuk berprestasi sekaligus melestarikan budaya bangsa.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



