Ciptakan Ruang “RINDU”, Seminar UKECE UNIPMA Dorong Peran Mahasiswa dalam Perlindungan Perempuan dan Anak 

Unit Kegiatan Mahasiswa Kependudukan Cendekia (UKECE) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menggelar seminar Ruang Interaksi Kependudukan (RINDU) bertema “Peran Mahasiswa dalam Advokasi, Edukasi, dan Perlindungan Perempuan dan Anak” di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Sabtu (28/3), kemarin.

Kegiatan ini merupakan Program Kerja (Proker) baru UKECE sebagai wadah interaksi yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang diskusi aktif bagi mahasiswa. Dalam forum tersebut, peserta terlibat langsung dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk menganalisis, memaparkan, hingga mendiskusikan berbagai kasus kekerasan dan perlindungan perempuan yang tengah terjadi.

Retno Dwi Andini, selaku ketua umum UKECE, dalam wawancaranya mengatakan bahwa RINDU hadir sebagai respons atas berbagai kasus dan informasi terkait perempuan dan anak yang kerap ditemui mahasiswa di lingkungan sekitar. “Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu-isu perlindungan perempuan dan anak,” ujarnya.

Farah Nadhifa Azarine, M.Psi., alumini S2 Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta sekaligus sebagai Psikolog Klinis hadir sebagai narasumber seminar. Dalam penyampaiannya beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun kesadaran sejak dini terkait isu tersebut.

“Melalui edukasi dan advokasi, mahasiswa diharapkan mampu membangun pola pikir yang lebih kritis serta turut berkontribusi dalam meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya di lingkungan kampus,” jelas Farah Nadhifa Azarine, M.Psi.

Ia menambahkan bahwa pengetahuan yang dibangun sejak dini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di masa depan.

Kegiatan ini turut didampingi oleh dosen pembina UKECE, Dr. Asroful Kadafi, M.Pd., yang memberikan dukungan terhadap program RINDU. Beliau menilai ruang interaksi seperti ini penting untuk diikuti seluruh mahasiswa, baik perempuan maupun laki-laki.

“Edukasi tentang perlindungan perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi perlu dipahami bersama agar dapat mencegah terjadinya kasus di kemudian hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UKECE berharap mampu menghadirkan ruang edukatif yang lebih kreatif, inovatif, dan bermanfaat bagi mahasiswa. Ke depan, program RINDU diharapkan terus berkembang dengan menghadirkan kegiatan-kegiatan baru yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta isu-isu kependudukan yang berkembang di masyarakat.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.

Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.