Terungkap! Mahasiswa UNIPMA Bisa Keliling Dunia dan Berkesempatan Kuliah Post-Baccalaureate di Taiwan, Ada Rahasianya! 

Andhika Dwiky Pratama, Alumni Program Studi Teknik Informatika (TIF), Fakultas Teknik (FT), Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) berhasil meraih beasiswa Program Intense INTACT dan melanjutkan studi Post- Baccalaureate di Taiwan.

Andhika dalam wawancaranya melaporkan bahwa INTACT merupakan program beasiswa dari Taiwan yang ditujukan untuk menjaring talenta dari ragam negara mitra, termasuk Indonesia.

“INTACT itu memang program resmi pemerintah Taiwan untuk mencari talenta dari negara-negara kerja sama. Jadi tidak semua kampus punya kesempatan ini,” ujarnya, Senin (2/3), kemarin.

 Ia menambahkan bahwa tidak semua perguruan tinggi memiliki kerja sama ini, dan Universitas PGRI Madiun menjadi salah satu kampus yang beruntung mendapatkan akses program tersebut.

Menurut informasi dari website https://intactbase.csu.edu.tw/SpecializedClass., INTACT membuka jalur Master dan Post-Baccalaureate. Namun, menurut Andhika, skema yang tersedia sebenarnya lebih beragam, mulai dari penyetaraan D3 ke S1 hingga double degree. Ia sendiri memilih jalur Post-Baccalaureate dengan fokus Civil Engineering (Teknik Sipil).

Program Post-Baccalaureate ditempuh selama dua tahun, terdiri dari satu tahun perkuliahan dan satu tahun magang. Setelah lulus, peserta langsung direkrut perusahaan mitra minimal dua tahun, bahkan berpeluang lebih lama. Skema ini dinilai efektif menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.

“Program ini membuka pengalaman besar untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri, baik di Taiwan maupun ketika saya kembali ke Indonesia,” jelasnya.

Dari sisi fasilitas, beasiswa INTACT memberikan manfaat yang tergolong lengkap. Mulai dari Medical Check Up (MCU), visa, tiket pesawat, hingga allowance bulanan yang jika dirupiahkan sekitar Rp5 juta. Khusus jalur Post-Baccalaureate, terdapat jaminan kerja setelah lulus. Meski demikian, beberapa biaya awal harus ditanggung terlebih dahulu oleh peserta dengan sistem reimbursement.

Menurut Andhika, tantangan terbesar bukan administrasi, melainkan kesiapan beradaptasi, terutama dalam menguasai bahasa Mandarin untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari meski kuliah menggunakan bahasa Inggris. “Mandarin itu sangat sulit dipelajari. Tapi mau tidak mau harus bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Persiapan administrasi bukan hal baru baginya. Sejak masih kuliah, Andhika sudah membekali diri dengan pengalaman internasional melalui program pertukaran mahasiswa ke Malaysia. Dokumen seperti TOEFL dan paspor pun telah ia miliki sebelumnya. Namun, ia mengakui kesiapan finansial tetap menjadi faktor krusial karena total biaya awal cukup menguras tabungan, meski nantinya akan diganti.

Andhika mengaku awalnya ingin berkarier di Jepang karena ketertarikannya pada anime. Ia bahkan telah memiliki kemampuan bahasa Jepang setara N5 sebelum mendaftar INTACT. Namun, kesempatan yang datang di Taiwan tidak ingin ia sia-siakan.

Kini ia memaknai langkahnya sebagai upaya memperluas cakrawala sebelum kembali berkontribusi bagi tanah air. Andhika berharap dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk pemberdayaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).

Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan untuk menetap hingga waktunya kembali ke kampung halaman benar-benar tiba.

Kisah Andhika menjadi bukti bahwa peluang global bagi mahasiswa Universitas PGRI Madiun terbuka lebar, selama berani mengambil kesempatan dan siap menghadapi tantangan.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.

Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.