Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNIPMA Perdalam Metodologi di Workshop Sejarah Lisan UGM 

Vanzha Rio Prabowo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), berhasil menembus forum akademik internasional dalam workshop Oral History in Southeast Asia (Lokakarya Sejarah Lisan di Asia Tenggara). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Southeast Asian Studies Regional Exchange Program Foundation.

Berlangsung pada 9–11 Februari 2026 di Ruang Multimedia Gedung Margono FIB UGM, workshop ini menjadi ajang pendalaman metodologis terkait penggunaan sejarah lisan dalam merekonstruksi peristiwa masa lalu. Vanzha mencatatkan diri sebagai salah satu peserta dari jalur umum yang bersaing di tengah dominasi mahasiswa pascasarjana (S2) Departemen Sejarah UGM.

Keikutsertaan Vanzha merupakan inisiatif mandiri yang didorong oleh semangat pengembangan kapasitas riset, dengan dukungan penuh dari prodi asal di Universitas PGRI Madiun. Partisipasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas PGRI Madiun mampu bersaing dan berbaur dalam ekosistem akademik tingkat regional.

Selama tiga hari, peserta dibekali pengalaman riset berbasis sejarah lisan, terutama dalam membedah dinamika peristiwa era Orde Baru melalui ingatan kolektif. Diskusi berlangsung intensif dengan menghadirkan pakar mancanegara, di antaranya Dr. Kisho Tsuchiya dan Miria Asaba, M.A. dari Jepang, serta Dr. Kar-yen Leong dari Taiwan.

Bagi Vanzha, berdialog langsung dengan peneliti internasional memberikan cakrawala baru mengenai standarisasi riset sejarah. "Workshop ini membuka perspektif saya tentang pentingnya interaksi sosial. Metode sejarah lisan memungkinkan kita merekonstruksi sejarah lokal yang selama ini belum banyak tercatat dalam dokumen resmi," jelas Vanzha, Jumat (13/2), kemarin.

Melalui workshop ini, ditekankan bahwa sejarah lisan bukan sekadar teknik wawancara biasa, melainkan pendekatan ilmiah yang menuntut sensitivitas sosial, validitas data, dan analisis kritis. Pendekatan ini dinilai krusial untuk mendokumentasikan narasi masyarakat yang sering terabaikan dalam penulisan sejarah arus utama.

Vanzha berharap ilmu yang diperolehnya dapat didiseminasikan kepada rekan mahasiswa dan dosen di Universitas PGRI Madiun. Ia melihat potensi besar pada penerapan metode ini untuk menggali sejarah lokal di wilayah Madiun dan sekitarnya agar lebih kontekstual serta berdampak luas.

Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen mahasiswa Universitas PGRI Madiun dalam mengimplementasikan nilai Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada penguatan penelitian sejarah yang relevan dan berdaya guna bagi masyarakat.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.

Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id