Obat Herbal Gak Cuma Soal Tradisi! Hutomo UNIPMA Kupas Fakta Ilmiahnya di Kelas Sahabat
Obat herbal kerap dianggap aman tanpa risiko karena berbahan alami. Namun anggapan itu tak sepenuhnya benar. Lewat Kelas Sahabat, Hutomo Mandala Putra, mahasiswa Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), mengajak pendengar memahami obat herbal secara lebih utuh dan berbasis pengetahuan ilmiah. Obrolan edukatif ini hadir dalam Kelas Sahabat yang tayang Kamis (29/1), kemarin.
Dikemas dalam suasana santai dan komunikatif, Hutomo mengupas pemahaman dasar tentang obat herbal, mulai dari definisi, jenis, hingga tingkatannya, seperti jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan obat herbal secara bijak agar manfaatnya benar-benar dirasakan tanpa mengabaikan aspek keamanan.
“Masih banyak masyarakat yang menganggap herbal itu selalu aman dan bisa menggantikan obat medis. Padahal, herbal juga perlu digunakan dengan pengetahuan yang benar,” ungkap Hutomo.
Tak hanya membahas teori, Hutomo juga menyoroti peran penting penelitian dalam pengembangan obat herbal. Menurutnya, pendekatan ilmiah diperlukan agar obat herbal yang beredar benar-benar aman, terukur, dan memiliki khasiat yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui tema “Definisi, Teori, dan Proyek Pengembangan Obat Herbal Berbasis Bahan Alam”, diskusi ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hampir semua orang, kata Hutomo, pernah mengonsumsi jamu atau obat herbal. Karena itu, pemahaman yang tepat menjadi kunci agar masyarakat tidak keliru dalam memanfaatkan produk herbal.
Yang menarik, topik ini juga menghubungkan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah modern. Herbal tidak hanya dipandang sebagai warisan tradisi, tetapi juga sebagai potensi besar pengembangan obat berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masa kini.
Dipandu oleh Wulan selaku host, Kelas Sahabat berlangsung interaktif dan mudah dipahami oleh pendengar dari berbagai latar belakang. Diskusi ringan namun sarat informasi ini diharapkan mampu membuka cara pandang baru masyarakat terhadap penggunaan obat herbal.
“Obat herbal punya potensi besar untuk kesehatan, tapi harus digunakan dengan pengetahuan dan tanggung jawab,” pungkas Hutomo.
Ia berharap masyarakat tidak lagi mengikuti tren semata, melainkan mengandalkan informasi yang benar agar obat herbal dapat dimanfaatkan secara optimal dan aman sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.



