Mahasiswa Manajemen UNIPMA Sulap QR Keripik Ngawi Jadi Tren di Media Sosial 

Mahasiswa Program Studi Manajemen kelas 7B Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengambil langkah nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mendampingi pelaku UMKM lokal, QR Keripik, dalam memperluas pasar melalui strategi pemasaran digital. Pendampingan ini menjadi upaya mendorong produk lokal Ngawi agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Ngawi dikenal sebagai daerah penghasil kedelai berkualitas, yang diolah menjadi aneka keripik tempe. Potensi tersebut dimanfaatkan oleh Ibu Suci Wantini, pemilik QR Keripik di Desa Grudo, dengan menghadirkan camilan tradisional berkualitas. Produk keripik tempe ini dijual dengan harga terjangkau, sekitar Rp15.000 per bungkus, tanpa bahan pengawet, namun tetap memiliki daya simpan yang baik. Tak hanya itu, QR Keripik juga telah mengantongi sertifikasi halal serta perlindungan hak cipta.

Melihat potensi besar yang belum tergarap optimal, kelompok mahasiswa yang diketuai Rindy Vivi memulai pendampingan pada Kamis (23/10) lalu. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi media sosial TikTok sebagai ujung tombak promosi dan branding produk.

“Kami melihat QR Keripik memiliki kekuatan dari segi rasa dan legalitas produk, tetapi masih membutuhkan tampilan dan strategi pemasaran digital yang lebih segar agar dikenal lebih luas,” ujar Rindy Vivi dalam laporannya, Rabu (7/1), kemarin.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan di bawah bimbingan dosen Program Studi Manajemen, Sulthan Misbahul Ghifaari, S.E., M.M. dan Arifiansyah Saputra, S.T., M.M. Mahasiswa terlibat langsung dalam pengembangan konten visual yang lebih profesional, mulai dari teknik pengambilan gambar, penataan visual produk, hingga penyusunan copywriting yang persuasif dan sesuai dengan karakter audiens media sosial.

Hasil pendampingan mulai menunjukkan dampak positif terhadap citra digital QR Keripik. Tampilan konten di media sosial menjadi lebih rapi dan menarik, kesadaran merek meningkat signifikan, serta jangkauan pasar mulai meluas. Minat beli tidak lagi hanya datang dari konsumen lokal, tetapi juga dari kalangan muda dan pelanggan luar daerah yang mengenal produk melalui konten TikTok.

Pemilik QR Keripik, Ibu Suci Wantini, kini semakin memahami pentingnya branding yang konsisten dalam menghadapi persaingan pasar. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi QR Keripik untuk masuk ke platform marketplace dan memperluas distribusi ke berbagai pusat oleh-oleh.

Kontribusi mahasiswa Universitas PGRI Madiun tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara teori akademik dan praktik lapangan mampu memperkuat daya saing UMKM. Dengan kemasan visual yang menarik dan strategi promosi digital yang tepat, QR Keripik kini siap melangkah ke pasar yang lebih kompetitif tanpa meninggalkan identitas khas Ngawi.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.

Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.