Stop Bakar Sampah! KKN UNIPMA Ubah Sekam Padi "Tak Berguna" Jadi Briket Emas Pembangkit Ekonomi Desa 

Menjawab persoalan limbah pertanian dan tingginya biaya energi, Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Berdampak Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) meluncurkan terobosan yang mengubah sekam padi "tak bernilai" menjadi sumber energi alternatif bernilai ekonomi tinggi.

Melalui kegiatan pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Kedungmaron, Minggu (30/11), kemarin para mahasiswa ini sukses membekali warga dan siswa SD keterampilan mengolah limbah menjadi Briket Emas Ramah Lingkungan, sekaligus membuka jalan bagi kemandirian usaha desa.

Mengusung tema “Pemanfaatan Limbah Sekam Padi sebagai Bahan Baku Briket Ramah Lingkungan”, program ini menjadi langkah nyata mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat terkait energi alternatif berbasis material lokal dan mengurangi polusi akibat pembakaran limbah.

Kegiatan dibuka dengan sosialisasi mengenai pengelolaan sekam padi menjadi arang briket yang disampaikan narasumber Aditya Dwi Prakoso. Peserta kemudian diajak melakukan praktik langsung mulai dari proses pembakaran sekam, pencetakan briket, hingga pengeringan.

Tidak hanya berhenti pada produksi briket, mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai teknik packaging yang menarik serta strategi promosi melalui media sosial agar produk arang sekam memiliki nilai jual lebih dan siap bersaing di pasar.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Alim Citra Aria Bima, S.Pd., M.Kom., turut memberikan dukungan penuh terhadap terlaksananya kegiatan tersebut. Peserta yang hadir terdiri dari 30 siswa sekolah dasar, termasuk Kepala Sekolah Agung Ryan Saputro.

Ketua pelaksana, Ahmada Alif Fasholla, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah pertanian. “Kami ingin memberikan edukasi bahwa sekam padi bisa diolah menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan, memiliki nilai guna, dan berpotensi mendukung kemandirian ekonomi desa,” ujarnya, Jumat (12/12), kemarin.

Salah satu peserta, Agus Satria, mengaku sangat senang dapat mengikuti kegiatan ini. Ia menyebut mendapatkan wawasan baru serta pengalaman praktik langsung membuat briket. “Saya juga senang diajari cara mempromosikan produk ke media sosial dan belajar packaging yang menarik,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, kelompok KKN-T berharap masyarakat dapat menerapkan produksi briket sekam padi secara berkelanjutan sehingga mampu mengurangi limbah pertanian, menyediakan sumber energi alternatif yang lebih hemat biaya, serta membuka peluang usaha baru di Desa Kedungmaron.

Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.

Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.