FT UNIPMA dan PII Kota Madiun Teken MoU dan MoA, Perkuat Sinergi Dunia Akademik dan Profesi Insinyur 

Fakultas Teknik (FT) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Madiun resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) yang dirangkaikan dengan kuliah tamu, di Lab Terpadu Universitas PGRI Madiun, Selasa (20/1), kemarin.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., Wakil Rektor Bidang II Prof. Dr. Marheny Lukitasari, M.Pd., Dekan FT Nasrul Rofiah Hidayati, S.T., M.Pd., jajaran wakil dekan dan ketua program studi, Ketua PII Cabang Kota Madiun Teguh Manungku Susatya beserta pengurus, serta pemateri kuliah umum ketua PII Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. 
Ketua PII Cabang Kota Madiun, Teguh Manungku Susatya, menegaskan bahwa tantangan utama insinyur saat ini adalah menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, penerapan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L) harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif.
“Insinyur yang hebat bukan diukur dari jabatannya, tetapi dari kemampuannya memastikan keselamatan dan kesehatan kerja, hingga menjamin setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat,” ujarnya.
Beliau juga mendorong mahasiswa Fakultas Teknik Universitas PGRI Madiun untuk tidak berpuas diri pada capaian ijazah. Teguh menekankan pentingnya penguatan soft skill dan hard skill secara beriringan agar lulusan mampu berpikir kritis, solutif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. 
Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas PGRI Madiun, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., berharap mahasiswa dapat mengikuti kuliah umum secara serius. Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, beliau menekankan pentingnya menyerap materi yang disampaikan narasumber untuk kemudian diaplikasikan dalam perkuliahan maupun kegiatan praktikum.
“Ilmu yang diperoleh dari kuliah umum ini harus benar-benar dipahami dan diterapkan, tidak hanya berhenti pada tataran teori,” ujarnya.
Penandatanganan MoU dan MoA ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan organisasi profesi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Momentum kerja sama tersebut dilengkapi dengan kuliah umum bertema “K3L Era Industri 4.0 dan Society 5.0: Tantangan bagi Mahasiswa” yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Materi ini diikuti oleh jajaran dosen serta mahasiswa Universitas PGRI Madiun dan menjadi bekal penting dalam mempersiapkan calon insinyur yang profesional, beretika, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. 
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_unipma. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @unipma_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.unipma.ac.id.