UNIPMA Catat Prestasi Gemilang, Siap Menuju Akreditasi Unggul 2027 

Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menutup tahun 2025 dengan serangkaian capaian strategis, baik pada level kelembagaan maupun prestasi sivitas akademika. Rektor Universitas PGRI Madiun, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan target besar akreditasi institusi unggul pada 2027.

Peningkatan mutu paling menonjol terlihat pada akreditasi program studi. Jika sebelumnya Universitas PGRI Madiun hanya memiliki empat program studi (Prodi) berpredikat unggul, pada 2025 jumlah tersebut melonjak menjadi sembilan prodi. “Ini merupakan lompatan signifikan dan menunjukkan konsistensi peningkatan mutu akademik,” ujar Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd, Selasa (23/12), kemarin.

Kepercayaan pemerintah terhadap Universitas PGRI Madiun juga terus menguat. Universitas PGRI Madiun kembali ditunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Setiap tahun, Universitas PGRI Madiun secara konsisten memperoleh kuota PPG, baik untuk calon guru maupun guru tertentu. Selain itu, berbagai program kompetisi dari kementerian juga rutin berhasil diraih.

Di tingkat regional, prestasi kelembagaan Universitas PGRI Madiun semakin kokoh dengan perolehan dua peringkat pertama pada Anugerah Kampus Unggul LLDIKTI Wilayah VII, masing-masing pada kategori kerja sama dan prestasi kemahasiswaan. Sementara itu, di tingkat nasional PT PGRI, Universitas PGRI Madiun membukukan capaian membanggakan dengan meraih lima kategori penghargaan, terdiri atas tiga peringkat dua, satu peringkat tiga, dan satu peringkat empat.

Penguatan sumber daya manusia menjadi fokus utama pengembangan institusi. Sepanjang 2025, jumlah dosen bergelar doktor meningkat signifikan hingga mencapai 100 orang. Universitas PGRI Madiun juga menambah dua guru besar baru, sehingga jumlah profesor terus bertambah. Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., menegaskan, Universitas PGRI Madiun memberikan kuota serta dukungan penuh bagi dosen untuk melanjutkan studi doktoral melalui beasiswa internal maupun program negara.

Dalam pengembangan karier akademik, Universitas PGRI Madiun mendorong seluruh dosen minimal mencapai jabatan fungsional lektor. Pada 2026, Universitas PGRI Madiun menargetkan penambahan dua guru besar lagi, sehingga total profesor mencapai sedikitnya enam orang.

Peningkatan mutu pembelajaran turut didukung pembaruan sarana dan prasarana. Salah satunya melalui pengembangan kelas blended learning yang memungkinkan perkuliahan luring dan daring berlangsung secara simultan. Fasilitas ini merupakan bentuk apresiasi kementerian atas keberhasilan Universitas PGRI Madiun mengimplementasikan pembelajaran inovatif.

Pada level internasional, Universitas PGRI Madiun terus memperluas jejaring kerja sama. Terbaru, Universitas PGRI Madiun menandatangani nota kesepahaman dengan perguruan tinggi di Taiwan dan India. Kerja sama tersebut meliputi program guest lecturer, pertukaran mahasiswa, hingga pertukaran budaya akademik. Menurut Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., kolaborasi internasional memberikan pengalaman global bagi dosen dan mahasiswa sekaligus mendorong peningkatan kualitas institusi.

Kerja sama nasional juga diperkuat dengan berbagai perguruan tinggi negeri serta hampir seluruh perguruan tinggi PGRI di Indonesia. Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., menegaskan, perguruan tinggi tidak dapat berkembang secara optimal tanpa kolaborasi yang solid.

Memasuki 2026, Universitas PGRI Madiun memusatkan perhatian pada tahapan strategis sebagai prasyarat akreditasi institusi unggul 2027. Prioritas utama meliputi peningkatan jumlah prodi unggul, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan produktivitas dosen dan mahasiswa. Pada tahun tersebut, Universitas PGRI Madiun juga menjalani proses re-akreditasi empat program studi dengan target seluruhnya meraih predikat unggul.

Selain itu, renovasi dan redesain gedung terus dilakukan guna mendukung pembukaan program studi baru, termasuk program profesi apoteker dan program doktoral (S3) yang saat ini masih dalam tahap evaluasi dan dijadwalkan menjalani asesmen lapangan pada 2026.

“Capaian 2025 patut disyukuri karena merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika. Tantangan selanjutnya adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut agar target akreditasi institusi unggul dapat terwujud,” pungkas Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd.

Berikut capaian prestasi tahun 2025, sumber; (https://unipma.ac.id/akademik/prestasimhs.php)

Prestasi Institusi

  • Peringkat 1 Kampus Unggulan Bidang Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah VII
  • Peringkat 1 Kategori Kerja Sama Terbaik LLDIKTI Wilayah VII
  • Top 75 Universitas Terbaik se-Indonesia versi EduRank (peringkat 1 di Madiun Raya)
  • Predikat Outstanding University dalam Jawa Pos Radar Awards 2025
  • Tuan rumah PORSENASMA V (ajang olahraga dan seni mahasiswa nasional)

Prestasi Mahasiswa dan Inovasi

  • Juara 1 Putri Universitas PGRI Madiun 2025 (Pemilihan Duta Kampus PPU)
  • Lolos KMI Expo XVI 2025 (ajang kewirausahaan mahasiswa nasional)
  • Juara 1 E-Sport Universitas PGRI Madiun 2025
  • Best Presenter Seminar ELITICS 2025 (Meliani Devita Sari, Salsabilla Kharisma, dan Terry Rahayu)
  • Juara 1 Lomba Short Movie Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)
  • Juara 3 Lomba Bimbingan Kelompok UPGRIS
  • Dua proposal PKM lolos pendanaan Kemendikbudristek
  • Lolos pendanaan Program Karya Inovasi Laboran 2025
  • Juara Lomba Inovasi Kota Madiun (KIAT) kategori masyarakat umum
  • Penerima Beasiswa PIP Kuliah 2024/2025 bagi 46 mahasiswa baru